Membumi, mengangkasa
Menjelajahi bumi, atmosfer dan antariksa dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Thursday, January 08, 2015
Sunday, June 20, 2004
Lapan-Ristek Kenalkan Model Atmosfer Dukung Pariwisata Lombok
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
bekerjasama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT)
mengenalkan model atmosfer yang berguna untuk mendukung pariwisata di Lombok.
Prediksi Cuaca dan Iklim
Melalui model ini, kita bisa mengetahui bagaimana kondisi
atmosfer di atas wilayah Lombok dan sekitarnya
selama beberapa hari ke depan serta beberapa bulan mendatang. Hal ini
dinyatakan oleh Peneliti Utama LAPAN, Erma Yulihastin, melalui press realease Selasa (17/4). Sementara
kunjungan tim peneliti ke Dinas Pariwisata dilaksanakan Rabu (18/4).
Terdapat dua model atmosfer yang digunakan oleh tim peneliti
LAPAN untuk menyimulasikan atmosfer di Lombok
dan Nusa Tenggara Barat. Pertama,
model cuaca WRF (Weather Research and
Forecasting) yang dapat memrediksi cuaca di suatu wilayah hingga resolusi
10 kilometer.
“Dengan WRF, kita bisa tahu apakah dua hingga tiga hari ke
depan akan terjadi hujan atau tidak,” jelas Erma. Melalui model WRF pula,
pemetaan secara spasial curah hujan di Lombok
dan sekitarnya bisa diperoleh. “Selain curah hujan, kita juga bisa memperoleh
informasi suhu udara, suhu muka laut, kelembapan, arah dan kecepatan angin, dan
lainnya dari model WRF,” dia menambahkan.
Model kedua adalah
model iklim Darlam 1.0b (Division of
Atmospheric Research Limited Area Model). Model ini pada awalnya dibangun
oleh CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial
Research Organisation) Australia dengan basis pengoperasian
menggunakan system linux.
Selanjutnya, oleh tim peneliti LAPAN, model Darlam
dikembangkan menjadi berbasis PC (Personal
Computer) dan terdapat beberapa fitur model yang ditambahkan sehingga
diberi nama Darlam 1.0b.
Kedua model atmosfer tersebut dikembangkan oleh para peneliti
LAPAN melalui program IPKPP (Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan
Perekayasa) yang didanai oleh KNRT dengan judul penelitian, ”Aplikasi Model
Atmosfer untuk Mendukung Pariwisata di Nusa Tenggara Barat.”
Mendukung Pariwisata
Para peneliti berharap, informasi yang dikeluarkan oleh model
tersebut dapat mendukung pariwisata Lombok melalui peningkatan layanan
informasi prediksi kondisi atmosfer yang akan sangat berguna bagi para wisatawan
yang berkunjung ke Lombok .
“Dengan informasi tersebut, para wisatawan akan terbantu
dalam merencanakan kegiatannya,” jelas Erma. Sementara dari pihak pengelola,
informasi tersebut dapat dijadikan salah satu pedoman untuk membuat agenda
wisata serta merancang agenda alternatif jika keadaan cuaca tidak memungkinkan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, tim peneliti dari LAPAN
bermaksud mengadakan diseminasi ke Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat.
“Kegiatan diseminasi model atmosfer ini akan diadakan dua kali, rencananya pada
bulan Juni dan September,” terang Erma.
Peserta diseminasi adalah para karyawan di lingkungan Dinas
Pariwisata Nusa Tenggara Barat serta mengundang pihak media. “Dukungan media
sangat diharapkan,” paparnya. Pada kegiatan diseminasi yang akan datang, akan
diungkapkan bagaimana iklim di Lombok dan
sekitarnya. Serta akan dijelaskan bagaimana prinsip kerja model atmosfer WRF
dan Darlam 1.0b.
Erma Yulihastin, Peneliti Lembaga
Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
Subscribe to:
Posts (Atom)

